Categories
Uncategorized

Teknologi Aksesoris Ini Tidak Lagi Digunakan F1

Teknologi Aksesoris Ini Tidak Lagi Digunakan F1

Mobil F1 modern memiliki kemampuan yang baik untuk bisa melesat hingga 100 kpj dari kondisi diam kurang lebih 1.7 detik. Kemampuan luar biasa yang tidak bisa disamakan dengan mobil sport jenis apa saja bengkel kaki kaki mobil jakarta. Namun ternyata, tidak semua teknologi di mobil F1 merupakan teknologi yang tercanggih dalam dunia otomotif, karena beberapa sistem yang ada dan komponen yang digunakan pada mobil F1 justru kalah canggih bila dibandingkan dengan mobil biasa yang melaju di jalanan.

Jawabannya adalah regulasi. FIA sebagai wasit dari balapan F1 rutin membuat regulasi untuk dapat membatasi kecepatan mobil Formula 1. Selain berhubungan dengan keselematan pembalap, pembatasan kecepatan pun berkaitan dengan alasan non teknis seperti membuat balapan jadi lebih menarik untuk ditonton.

Melihat kembali sejarah dari perubahan regulasi FIA dilakukan hampir setiap tahun. Langkah ini tentunya diambil karena kemajuan teknologi ternyata terjadi lebih pesat dari pembatasan yang berlaku. Inilah teknologi inovatif yang sebelumnya pernah digunakan mobil balap akan tetapi kini diharamkan;

Turbin Gas

Biasanya teknologi ini digunakan sebagai penggerak untuk menggantikan motor bakar torak. Sebagai satu dari jenis penggerak tertua, motor ini memiliki cukup banyak kelemahan, apalagi bila dibandingkan dengan turbin gas yang menghasilkan power lebih tinggi daripada bobot yang jauh lebih ringan dan bisa pula dikatakan turbin gas memiliki power to weight ratio lebih baik.

Kelebihan lain yang dimiliki adalah putaran sangat cepat hingga 60.000 rpm. Turbin gas tergolong kurang getaran karena tidak memiliki komponen yang bisa bergerak maju mundur sebagaimana motor bakar.

Umumnya umur turbin gas jauh lebih panjang dari motor bakar. FIA melarang pemakaian turbin ini pasca Tim Lotus melakukan uji coba pada T56B yang juga mengadopsi turbin gas dari merk Pratt and Whitney di 1971. Larangan yang disampaikan oleh FIA ini karena Tim Lotus membeberkan bukti jika pemakaian turbin gas sebagai penggerak mobil sebentarnya tidaklah cocok untuk Formula 1.

Kelemahan yang dirasa adalah turbin gas merespon perubahan bukaan gas lebih lambat dari kaki pembalap.